Selasa, 24 April 2012

The Amazing Experience (Part I)

"PERJALANAN PANJANG MENUJU RANU PANE"

Perjalanan panjang yang menakjubkan ini terjadi begitu saja tanpa terncana sebelumnya. Ya, ini adalah sebuah cerita tentang pengalamanku dan temanku di lereng dan punggung Mahameru. 

Jumat 06 April 2012
Pukul 3 dini hari aku dan temanku (sebut saja Mawar) sudah bersiap-siap dan siap berangkat menuju Stasiun Gubeng. Pada hari ini kami akan mengikuti acara yang bertajuk Ranu Pane Bersih yang diadakan oleh sebuah LSM yang bertempat di danau Ranu Pane di lereng Gunung Bromo Lumajang. Aku tergiur mengikuti acara ini karena ajakan Mawar yang di ajak oleh temannya di Malang. Tanpa berfikir dua kali aku langsung mengiyakan ajakan temanku ini. 
Dengan menumpang taxi kami bertolak dari kontrakan kami tercinta menuju Gubeng Station demi berharap mendapatkan dua kepig tiket ekonomi tujuan Malang. Ketika kami sampai di Stasiun, ssungguh terperangah aku, bagaimana tidak? Di luar pintu masuk stasiun Ratusan orang sudah memadati stasiun yang saat itu stasiun masih tutup. Setelah sekitar satu jam kami berdiri bersama ratusan "pesaing kami", akhirnya pintu masuk stasiun di buka. Dan langsung saat itu antrian di loket kereta ekonomi mengular bak ular piton yang panjang. Dalam sekejap tiket kereta kebernagkatan pukul 5 pagi dan 8 pagi sudah ludes. Oh, betapa sial pagi itu, kami tak berhasil mendapatkan tiket itu. Akhirnya aku dan temanku memutuskan menuju mushola yang berada di sebelah stasiun untuk melaksanakan Sholat Shubuh. 
Setelah itu, kami hanya duduk diam di teras mushola sambil meratap, pikirku dalam hati "sudah susah payah bangun jam setengah 3, di bela-belain naik taxi segala... eh, tetep gak dapet tiket). Akhirnya kami memutuskan pindah haluan menggunakan bis untuk menuju Malang, walaupun biaya dua kali lipat lebih mahal, tak apalah yang penting cepat sampai Malang. Untunglah ada dua temanku lagi yang berbaik hati mengantar kami ke Terminal. Beberapa jam kemudian kami sudah sampai di kontrakan temennya Mawar, yah... dia lah yang berbaik hati mengajak kami dalam kegiatan ini.
Setelah Sholat Jumat, kami berangkat menggunakan mobil pick up menuju Tumpang. Selama perjalanan, mataku dimanjakan oleh pemandangan kota Malang yang sudah bermetamorfosa seperti kota-kota besar ditemani lembutnya gerimis yang semakin membuat syahdu suasana. 
Sekitar pukul 3 sore, kami sampai di Tumpang, untuk selanjutnya kami menumpang Truk yang memang telah disediakan oleh panitia. Medan yang kami tempuh sudah bukan medang biasa lagi, Jalan menanjak dan sempit serta berliku. Membuatku harus banyak-banyak membaca sholawat selama perjalanan. Ditambah lagi dengan terpaan hujan yang deras membuat kami harus berjuang lebih keras untuk melindungi diri dari terpaan dinginnya air hujan.  Tetapi pemandangan yang tersuguhkan selama perjalanan tak juga membuatku bosan (subhanalloh banget deh pokoknya!). 
Semakin ke atas, akhirnya hujan reda dengan sendirinya. Namun, muncullah masalah baru! truck yang kami tumpangi juga mengangkut puluhan kardus air mineral. Dan karena medan yang semakin menanjak maka kardus-kardus tadi banyak yang ambruk dan menimpa kami (ya, semua kardus tadi mematuhi hukum Newton II,). Kardus-kardus tadi sangat patuh pada gaya Grafitasi yang mereka miliki, semakin ke atas medan yang kami lewati, maka semakin kuat kardus-kardus itu menekan kami semua, dan semakin tersiksalah kami. Dan tiba-tiba, di tengah perjalanan truck yang kami tumpangi berhenti. Ternyata ban belakang truk bocor. Oke, kami semua harus turun! tapi bagaimana caranya? jika pintu belakang truk di buka, maka akan berjatuhan botol-botol air mineral tadi yang telah terkoyak dari kardusnya karena air hujan. Akhirnya seperti bajing loncat, kami semua loncat dari bagian belakang truk. 
Setelah sekitar satu jam menunggu, akhirnya truk selesai diperbaiki. kami semua naik kembali ke truk, tapi posisi kami sudah tidak serapi waktu kami berangkat tadi. Para botol air mineral itu tadi praktis menutupi seluruh permukaan truk. Tak ada pilihan lain, terpaksa kami menduduki kardus-kardus air mineral yang merepotkan itu. 
Tetapi, ketidaknyamanan itu terbayar lunas oleh pemandangan yang semakin menakjubkan, bahkan semakin dingin dan menggigilnya udara tak terasa. Kami disuguhi oleh hamparan bukit yang dipenuhi padang rumput (orang-orang sih menyebutnya bukit Teletubies), sungguh bukit terindah yang pernah ku lihat, selain itu puncak Bromo yang elegan tampak jelas dan mempesona, serta puncak Mahameru yang funtastic juga ambil bagian, di tambah lagi berhektar-hektar sawah sengkedan milik para petani yang sangat indah tak membuat bosan mataku melihatnya. Akhirnya, saat Magrib tiba kami baru sampai di lokasi. Dinginnya Ranu pane menyambut kami.....

Sungguh perjalan yang sangat berliku, aku takkan melupakan rintangan yang kami hadapi mulai dari saat masih di Surabaya hingga sampai di lokasi. Ini adalah hari yang melelahkan sekaligus menakjubkan yang pernah ku alami. Tapi, ini barulah awal petualanganku, ini barulah permulaan.......

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar